PRASUNG BERSERI BERBENAH DIRI

Setelah mengikuti kegiatan konsolidasi KSM KIPRAH yang diselenggarakan oleh BORDA pada tanggal 14-15 Juni 2011 di hotel Cakra Kusuma Jogjakarta, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Prasung Berseri segera berbenah diri. Sekembalinya dari Jogjakarta, KSM yang mengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Prasung yang terletak di Desa Prasung Kec. Buduran–Sidoarjo ini segera mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan guna melakukan proses composting aerobic mau pun peralatan lain yang dibutuhkan untuk monitoring harian.

Meski peralatan yang dimiliki belum lengkap, KSM Prasung Berseri mulai mengelola sampah dengan pola 3R. Hal pertama yang dilakukan oleh KSM adalah memetakan lokasi untuk tempat pemilahan, pengomposan, penyimpanan lapak, mau pun lokasi penampungan residu sebelum diangkut ke TPA. Selanjutnya KSM berkoordinasi dengan tenaga pemilah yang bekerja di TPST Prasung. Tenaga pemilah yang ada di TPST diarahkan untuk memilah sampah ke dalam tiga jenis sampah organik, anorganik, dan residu. Masing-masing jenis sampah tersebut nantinya akan ditampung di lokasi-lokasi yang sudah ditentukan oleh KSM.
Untuk residu setelah ditampung nantinya akan diangkut untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Untuk barang-barang hasil lapak nantinya akan menjadi milik tenaga pemilah. Sedangkan untuk sampah organik ditampung terlebih dahulu sebelum ditimbang dan diletakkan di atas windrow. Kurang lebih setiap dua hari sekali KSM melakukan penimbangan sampah organik baru kemudian ditumpuk di atas windrow.
Dalam melakukan proses composting, KSM Prasung Berseri tidak melakukan pencacahan pada sampah organik terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi emisi carbon selama proses pengomposan. Setelah proses composting selesai baru akan dilakukan pencacahan pada kompos yang sudah jadi.

Sampai akhir bulan Juli KSM Prasung Berseri telah melakukan proses composting sebanyak lima windrow. Berat sampah organik yang berada di atas windrow berkisar antara 1,3 s/d 1,6 ton. Monitoring harian pada proses composting dilakukan setiap pagi oleh KSM Prasung Berseri.
Dengan menerapkan metode pengomposan aerobik tersebut KSM Prasung Berseri berharap agar kegiatan pengolahan sampah yang mereka lakukan turut membantu mencegah terjadinya pemanasan global. Berbekal pengetahuan tentang metode composting dengan pola CDM (Clean Development Mechanisme) yang didapat dari kegiatan Konsolidasi KSM KIPRAH, KSM Prasung Berseri bertekad untuk mulai mengolah sampah dengan pola KIPRAH CDM. Semangat dari para pemuda desa Prasung yang tergabung dalam KSM Prasung Berseri ini memang patut diacungi jempol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »