DBPR Tangerang Selatan dan BEST BORDA Kerja Sama Urus IPAL dan IPLT

Tangerang selatan – Dinas Bangunan dan Penataan Ruang Kota Tangerang Selatan (DBPR Tangsel) terus menjalankan program pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT). Program tersebut amat penting mengingat masalah limbah rumah tangga saat ini menjadi persoalan serius bagi lingkungan.

Untuk itulah, DBPR Tangsel dalam hal IPAL dan IPLT menjalin kerjasama dengan BEST BORDA. “Dengan sistem dan pengalaman kami yang sudah dilakukan untuk mengelola masalah lumpur tinja, kami harapkan bisa bersama-sama mengurangi permasalahan yang ada di Kota Tangerang Selatan,” jelas Bapak Lubis, Tim BEST BORDA.

Bapak Lubis pun memaparkan beberapa teknik IPLT yang sudah berjalan dibawah bimbingan BEST. Mulai dari IPLT system terpusat, zonasi dan kawasan.

Menurut Bapak Heri selaku Pelaksana Teknis Sanitasi Lingkungan Kota Tangerang selatan, Ia mengatakan bahwa Kota Tangerang Selatan lebih pas jika penanganan IPLT dalam sistem zonasi karena sistem terpusat membutuhkan lahan yang luas.

“Kalau untuk terpusat lahannya belum ada mungkin akan dilakukan yang system zonasi,” jelas Bapak Heri.

Dalam rapat koordinasi program kerjasama ini juga turut hadir elemen sanitasi dari Tim inti dibawah pimpinan Bapak Heri yang ikut memberikan tanggapan terkait IPAL dan IPLT.

Menurut Bapak Dewan selaku Kepala Seksi Air Minum Tangerang Selatan mengatakan jika dengan adanya BEST BORDA bisa saling bekerjasama membantu dan bersinergi dalam pengerjaan pusat yang masih butuh bantuan untuk bagian optimalisasi SDM, Peningkat SR, peningkatan kapasitas dan pembenahan lainnya.

“Saya berharap dalam keterbatasan kami melangkah bisa dibantu, karena kadang-kadang kita tidak memiliki orang yang berkompeten paling tidak dengan adanya BEST disini bisa membantu dan bisa juga untuk memediasi dinas terkait dengan IPAL dan IPLT,” ucap Bapak Dewan.

Didalam IPAL tahun ini dana bersumber dari APBN dan mendapat 3 titik untuk Islamic Development Bank (IDB) sedangkan Sanimas ada 12 titik, akan tetapi belum ditentukan lokasinya dari TFL dan dari pusat atau provinsi.

Kemungkinan lokasi IPAL ada di Jelupang seluas 5 Hektar, Jurang Mangu Timur seluas 1,05 Hektar, Cempaka Putih seluas 14 Hektar dan Pamulang Timur 1,02 Hektar. Untuk lokasi IPLT di Cipeucang 3,4 Hektar.

Menurut Ibu Ova selaku Tim BEST BORDA mengatakan untuk mewujudkan program RISPAL, sebaiknya mengacu pada FSM toolbox dari lokasi dan perencanaan, setelah itu baru dapat diolah menjadi FS.

“IPLT itu merupakan bagian terpenting dalam menciptakan sanitasi layak guna mewujudkan masyarakat yang sehat, kalau sistem pengelolaan IPLT nya baik maka sanitasi layak dan masyarakat sehat pun akan terwujud,” ujar Bapak Dewan.

Bapak Dewan pun berharap masyarakat Tangerang Selatan menjadi responsive, tertarik dan berminat terhadap hal-hal yang berbau dengan sanitasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »